ASRAMA SYARH ASMAUL HUSNA

 

Jpeg

Kitab Syarh Asmaul Husna

Pada tanggal 14 – 17 Maret 2016, DPW LDII NTT telah melaksanakan asrama syarh Asmaul Husna yang bertempat di masjid Roudhotul Jannah, Sikumana, Kota Kupang. Dewan pengajar Syarh Asmaul Husna pada asrama kali ini adalah Ust. Adnan Abdillah dan Ust. H. Sukiyat JAG. Adapun tujuan dari asrama ini yaitu untuk mengenalkan lebih dekat nama – nama Allah yang baik kepada umat islam terutama warga LDII yang ada di NTT. Dengan lebih mengenal nama – nama Allah diharapkan agar setiap warga LDII dan umat islam umumnya bisa lebih dekat dengan Allah sebagai Tuhan Alam Semesta.

IMG-20160320-WA0009

Peserta Asrama

Adapun asrama ini diikuti oleh perwakilan 7 DPD LDII di kabupaten – kabupaten yang ada di Nusa Tenggara Timur. Total jumlah peserta asrama kurang lebih 75 orang. Adapun jalannya acara Alhamdulillah berjalan lancar, tertib dan sukses. Para peserta juga sangat antusias dalam mengikuti jalannya asrama. Acara ditutup dengan makan – makan dan syukuran aqiqoh salah satu anak warga LDII dengan menyembelih 2 ekor kambing. Selain itu dari panitia juga membuat kompetisi futsal bagi pemuda dan bapak – bapak dengan tujuan agar kesehatan terjaga selama berlangsungnya asrama dan menjaga kekompakan antara yang muda dengan yang tua.

Jpeg

Penutupan asrama

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

LDII NTT Kembangkan Keilmuan dengan Penderesan Ibni Majah 3

Image

               Para Ustadz dan Peserta Pengajian Ibni Majah 3 berfoto bersama Dewan guru

Mengkaji Alquran dan hadits adalah perintah yang Allah dan Rasul Perintahkan. Hadits merupakan kumpulan perilaku nabi yang dituliskan oleh para perowi kitab dan para sahabat. Diantaranya yang terkenal adalah Shahih Bukhori, Shahih Muslim, Sunan Abi dawud, Sunan Tirmidzi dan tidak ketinggalan Sunan Ibni Majah.

LDII NTT pun tidak ketinggalan, kali ini menggelar Khataman Hadits Sunan Ibni Majah Jilid 3 yang merupakan jilid terakhir. Pelaksanaannya dimulai tanggal 1-12 Februari 2014 di Masjid roudhotul Jannah Kupang,NTT. Acara ini dihadiri oleh para Mubaligh dan Mubalighot dari berbagai penjuru NTT dan para generasi muda yang semangat mengikuti acara ini hingga rampung.Acara ini secara simbolis dibuka oleh H.Baswara Anindita, ST selaku ketua DPW LDII NTT. Untuk pengisinya diisi oleh Ustadz H.Sukiyat J Gumelar dan Ustadz Adnan Abdillah yang sebelumnya telah mendapatkan pentashihan di Ponpes Wali Barokah, Kediri.

Diharapkan dengan pengkajian Hadits Sunan Ibni Majah inimgenerasi muda memiliki semangat juang dan bisa mewarisi nilai-nilai hidup Nabi Muhammad SAW yang mulai luntur di zaman ini.(red)

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Reflection to Prophet Mohammad SAW

Assalamu’alaikum wr.wb

First of all, let’s say the praise and gratitude to Allah Swt by saying alhamdulillah hirabbil alamin, cause allah have given us much mercy,health and the best mercy is hidayah. Salawat and salam may always be upon our adoration and esteemed model, namely Prophet Muhammad Saw, all of his families, companions, and followers.they are a bringer of this guidance for us let’s we grattitude for their strugle by saying alhamdulillahhi jaza khumullahhu khoiro. To all the honorable teachers and all the priding generation of jamaah in east nusa tenggara,cause you have make spare time to come in this program i say alhamdulillahhi jazaa kumullahu khoiro

Being success or failed is a choice. It’s you the only one who can choose it. You can observe the choice from the tendency of your heart, the tendency of your mind, and the tendency of your behaviors. The more you dominate and take over the tendencies with positive things, the closer you will be to succeed. Otherwise, the more you dominate and take over the tendencies with negative things, the more far away you will be to success. All of you will be the proof of what I am saying today to you all.

For those reasons, I would like to request all of you to turn round immediately to do positive things for your own good. Look at our paragon, Rasulullah who had been an independent and success person since he was still very young. At age 0 – 4, he had become a fatherless child who lived in the dessert area with Bani Sa’ad (descendants of Sa’ad) and during that time he was breast-fed by Halimah As Sa’diyah. At age 6 – 8, he lived with his grandfather, Abdul Muthalib, who was an authoritative personage. At age 8, he began to herd the goats when living with his uncle, Abu Thalib. At age 12, he began an international business trip to Syria together with his uncle. At age 15, he obtained warfare experience through Fijar War event between Quraisy people and other people for 4 – 5 years long.

At age 20, he acquired his first diplomatic experience as a pacifying agent between Quraisy people and other kabilah (nomadic tribes) and strengthened his social credibility in society. After that, he worked to Siti Khadijah and got back to take a business trip of exporting and importing to Yamane and Syria.

At age 25, he married with Siti Khadijah and started out his experience as patriarch. At age 25 – 35, he had had the experiences of being a patriarch, trader, rich man, people’s leader, and in many social activities. Thus, what can we see from the young figure of Prophet Muhammad Saw?

Ladies and gentlemen!Many things could we look up from the Prophet., Such as leadership and personality. Anyone who believed either as leader or whoever is led, to imitate him.Prophet muhammad has many good manners we can see his succesful being a prophet,we can take a lesson from his characters are:
1. Siddiq What is it?
Siddiq is the correct words in accordance actual circumstances.
2. What’s Mandate?
Mandate means trustworthy actions. As believers we are commanded by God to carry out the the mandate well
3. What is the meaning Fathonah?
Fathonah means intelligent. Each person has been given by Allah SWT intelligence different from each other.
4. Tabligh What is it?
Tabligh is convey the revelation from Allah SWT.

Friends who blessed Allah SWT.
That’s four personality traits that the Messenger of Allah we have an example for us to be a good, reliable, intelligent and useful to society.
May Allah always pour out His mercy to us all.

I wish all of you could take the wisdom from what I have said. I remind and invite all of you once more, let’s develop the alterations then the success will come close to you.
That’s all I could convey. Please, forgive me for all the mistakes I made on my words.
Wassalamu’alaikum wr.wb

Dipublikasi di Uncategorized | Tag | Meninggalkan komentar

SELAMAT BERTUGAS KAK ADHYAKSA DAULT, JAYALAH PRAMUKA INDONESIA

Image“Selamat bertugas untuk kak Adhyaksa Dault”, itulah kata penghormatan bagi Kak Azrul Azwar sebagai Ketua Kwartir Nasional Pramuka lama kepada Kak Adhyaksa Dault selaku Ketua Kwartir Nasional Pramuka yang baru. Kak Adhyaksa Dault dalam pemilihan berhasil menyisihkan 10 calon yang lain dengan dukungan suara terbanyak yakni 17 suara.

Dalam visi misinya, Adhyaksa Dault ingin mempopulerkan Pramuka dengan membuat Program Scouting International. Adhyaksa Dault dalam kesempatan itu juga kembali menegaskan keinginannya untuk membuat Pramuka kembali menjadi favorit bahkan dipilih sebagai kegiatan yang menyenangkan dan positif bagi kalangan anak-anak hingga remaja. Acara Munas Pramuka ini dihelat di Kupang, Nusa Tenggara Timur dari tanggal 2-5 Desember 2013 lalu. Acara Munas Pramuka dibuka oleh Menteri Pendidikan M.Nuh dan ditutup Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat dan dihadiri Gubernur NTT Frans Lebu Raya dan seluruh Perwakilan Kwartir Daerah Se- Indonesia.

Dalam kesempatan ini pula, perwakilan SAKO Sekawan Persada  Nusantara yakni Kak Yudhi Prastyo dan Kak Syahrul Lamabelawa ikut memberikan selamat kepada Kak Adhyaksa Dault. SAKO Sekawan Persada Nusantara adalah Satuan Komunitas Pramuka dibawah bimbingan LDII. LDII ingin turut serta melestarikan jiwa Pramuka yang mandiri dan menularkannya kepada generasi muda binaannya. Sekali lagi “Selamat bertugas Kak Adhyaksa Dault, Salam Pramuka dan Semoga Pramuka Indonesia semakin jaya.(red)

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

DPW LDII NTT kerjasama dengan BNN Provinsi NTT Cegah Narkoba Rusak Generasi Muda

Image

Hari minggu adalah hari libur pada umumnya, namun hari itu dimanfaatkan Pengurus DPW LDII NTT dengan menggandeng BNN Provinsi NTT untuk mencegah pengaruh narkoba merusak generasi muda. Hal ini dihadiri juga oleh beberapa perkumpulan organisasi pemuda lain yang diundang pada kegiatan ini.

Acara diisi dengan pemaparan dari pemateri BNN Provinsi NTT yakni Bp. Abdullah  menerangkan tentang jenis-jenis narkoba serta akibatnya terhadap tubuh dan merusak generasi muda. Acara ini dihadiri 70 orang dan sebagian besar pengurus DPW LDII Provinsi NTT juga tampak hadir. Para peserta sangat yang rata-rata merupakan kaum muda dan anak sekolah terlihat  antusias mengikuti paparan materi. Kedepannya LDII NTT merasa pentingnya hal ini dan berharap acara ini bisa digelar setiap tahunnya.(red)     

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

DPW LDII NTT kurban bersama MUI Provinsi NTT

Image

Ibadah Qurban merupakan selebrasi umat islam yang dirayakan diseluruh dunia. Kegiatan hakikinya adalah ungkapan rasa syukur umat islam. Untuk itu, Pengurus dan warga LDII Se Provinsi NTT pun tidak ketinggalan melaksanakannya baik di provinsi maupun di kabupatennya masing-masing.

Tidak lupa pula pengurus DPW LDII NTT mengirimkan 1 ekor sapi kepada MUI Provinsi NTT untuk mengikat kebersamaan dan rasa syukur terhadap event tahunan umat muslim ini. Pada kesempatan itu serah terima dilakukan langsung oleh Dewan Pembina LDII Provinsi NTT Drs. Wahyoe Winarto kepada Ketua MUI Provinsi NTT Bp. Makarim. Ketua MUI juga mengucapkan rasa terima kasih dan salut atas penyerahan hewan qurban untuk qurban bersama ini. Daging qurban ini pun nanti akan didistribusikan untuk orang-orang yang membutuhkan. Pada kesempatan itu, hadir pula pengurus dari pengurus LDII NTT seperti Ir. Saleh, Sukiyat Jaelani dan Yudhi Prastyo,ST.

LDII pun bersyukur dengan peningkatan jumlah hewan qurban tahun ini dengan jumlah hewan qurban sejumlah 82 ekor dengan perincian 43 sapi dan 39 kambing. (red)

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Selamat Hari Raya Idul Adha 1434 H

Image

Keluarga Besar DPW LDII Provinsi Nusa Tenggara Timur

mengucapkan 

SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 1434 H

SEMOGA IBADAH QURBAN KITA PADA TAHUN INI

DIBERIKAN BANYAK BAROKAH DARI ALLAH SWT

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Memahat Karakter Anak

Image

Karakter anak terbentuk dari pola pengasuhan dan pribadi orangtua. Ibaratnya, orangtua merupakan “pemahat” dan anak adalah “pahatan” yang diproses mulai dari usia dini sampai beranjak dewasa.

Ada pameo yang bilang pendidikan yang paling baik adalah pendidikan yang dilakukan melalui contoh. Rumus ini selaras dengan prinsip dakwah nabi, dakwah bil hal, atau dakwah dengan perbuatan. Dengan demikian anak memperoleh model untuk dijadikan teladan dalam membentuk pengetahuan dan karakternya.

Menurut psikolog Dra Nana Maznah P, M.Si, karakter bukan sekadar perkataan tentang siapa kita. “Kita akan menentukan apa yang kita lihat, sedangkan apa yang kita lihat akan menentukan apa yang kita perbuat,” ujar Nana Maznah yang juga anggota Departemen Pendidikan Umum dan Pelatihan DPP LDII. Karakter seseorang tidak dapat dipisahkan dari perbuatan.

Menurut Nana Maznah pribadi orangtua sebagaimana ‘pemahat’ yang membentuk karakter anak, yang utama. Bila pola pengasuhan anak tepat dan orang tua juga mencontohkan hal-hal yang positif dari pribadinya, maka karakter anak yang terbentuk juga baik.

Dalam hal pembentukan karakter anak, yang paling berpengaruh besar diantara kedua orang tua adalah peran seorang ibu. Sudah menjadi qodarnya, para wanita yang mengambil peran mulai dari terbentuknya janin sampai melahirkan seorang calon generasi penerus. Seorang wanita atau ibu, diberikan kelebihan berupa perasaan halus dan lembut serta kesabaran yang belum tentu dimiliki oleh semua kaum pria.

Bagaimana tidak? Mengajari anak mengucapkan kalimat tauhid, cara beribadah, cara makan, bahkan menjadikan semua pengajaran itu menjadi kebiasaan yang melekat, semua itu butuh kesabaran dan ketelatenan tinggi. Dan wanita, dengan kelembutannya dapat memberikan sentuhan halus pada seorang anak, yang sampai kapan pun akan membutuhkan pribadi dan karakter seorang ibu. Namun, tetap harus ada peran seimbang antara kedua orangtua. Sehingga tidak berat sebelah.

Seperti contoh kasus anak seorang superstar Indonesia, Ahmad Dhani, Abdul Qodir Jaelani atau juga dipanggil Dul yang menjadi tersangka sekaligus korban dalam kecelakaan di kilometer 8 tol Jagorawi. Begitu kasus ini mencuat, masyarakat Indonesia bertanya-tanya, bagaimanakah pengawasan Ahmad Dhani terhadap ketiga anaknya yang baru beranjak dewasa. Mengingat pada kasus perceraiannya dengan Maia Estianty yang juga seorang musisi, saat itu Ahmad Dhani menyatakan sanggup mengasuh ketiga buah hatinya sehingga hak asuh anak jatuh ke tangan Ahmad Dhani. Dan bagaimana dengan terjadinya kecelakaan yang nyaris merenggut nyawa anak ketiganya?

Pada akhirnya, Dul terus menerus memanggil nama ibunya, Maia. Disinilah bukti bahwa peran ibu tidak akan pernah bisa lepas dari penglihatan dan pemikiran seorang anak. Anak akan terus membutuhkan kasih sayang yang lebih dari seorang ibu di samping kasih sayang seorang ayah.

Wanita yang berperan sebagai ibu, harus mengerti peran dan fungsinya dalam keluarga. Mengerti kelemahan dan kekuatan diri, memahami apa yang perlu dibenahi dan apa yang perlu ditingkatkan agar nantinya dalam mendidik anak mengerti kapan mengatur anak dan kapan mengasuh anak. Karena menurut Nana Maznah dua hal yang berbeda. Anak perlu diatur kapan waktu makan, kapan tidur, kapan belajar dan lain-lain, agar anak terbiasa disiplin. Dan anak juga perlu diasuh dengan nilai-nilai kehidupan untuk membangun karakter anak. Ini berguna bagi masa depan anak.

 

Anak ibarat pahatan sedangkan sang ibu adalah pemahat. Seorang pemahat perlu mempelajari struktur kayu, sketsa desain yang akan dibuat, dan kelengkapan alat-alat yang menunjang pembuatan pahatan. Semua itu butuh ketelitian agar proses memahat tidak terkendala. Dalam memahat pun, dibutuhkan kesabaran dan keuletan. Sehingga hasil pahatan memuaskan.

Walaupun, seringkali proses memahat tidak semulus rencana. Kegagalan adalah pelajaran bagi sang pemahat. Begitu juga dalam hal mendidik anak. Kepribadian anak yang sudah bawaan dari diri anak tersebut perlu diamati dan diteliti. Apa yang anak butuhkan, apa yang orang tua harapkan harus direncanakan sedemikian rupa. Anak juga diajarkan untuk memahami keinginan orang tua disamping keinginannya pribadi. Hal ini dapat berhasil apabila antara orang tua terutama ibu dan anak terjalin komunikasi yang baik. Setiap masalah yang terjadi antara orang tua dan anak diselesaikan dengan baik dan saling memahami.

Namun prakteknya, tidak semua ibu mengerti dan memahami bahwa mendidik pembentukan karakter anak itu penting. Dengan dalih kesibukan, banyak para orangtua terutama ibu, melewatkan masa-masa tumbuh kembang anak yang seharusnya menjadi kewajibannya. Lebih aneh lagi, banyak ibu-ibu yang tidak sibuk diluar rumah juga kurang memperhatikan pendidikan anak. Padahal, anak adalah investasi bagi orang tua di dunia dan di akhirat. Setiap upaya yang dilakukan orangtua untuk anak pastinya akan dibalas oleh Allah Subhanahu Wa Taala.

“Kunci keberhasilan pendidikan anak dalam keluarga sebenarnya tidak hanya dari seorang ibu, namun peran ayah juga diperlukan. Dengan adanya fungsionalitas peran ayah dan ibu, keluarga seimbang,” ujar Nana Maznah. Meski begitu, realita zaman sekarang, banyak juga wanita yang membesarkan anaknya seorang diri dan berhasil. Ini yang dapat dijadikan contoh bagi para orangtua. Hal ini juga tidak lepas dari pribadi baik dalam diri wanita tersebut.

Semakin berkembang zaman, semakin berkembang pula cara mendidik anak. Hendaknya orangtua terus mengawasi, mengamati dan mengikuti perkembangan anak. Memperbaharui sistem pendidikan pada anak sesuai perkembangan zaman. Agar di masa depan, tumbuh generasi-generasi cerdas yang lahir dari pola pengasuhan tepat dan pribadi yang positif.

sumber : http://www.ldii.or.id

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434 H

Image

Keluarga Besar DPW LDII Provinsi Nusa Tenggara Timur

mengucapkan 

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1434 H

TAQOBALALLOHU MINNA WA MINKUM

“MINAL AIDZIN WAL FAIZIN”

MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN

 

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Agar 1 Syawal Tak Lagi Berbeda-beda

ImagePenentuan 1 Syawal sama halnya menentukan 1 Ramadan: selalu melahirkan perbedaan. Sebab itulah Kementerian Agama berinisiatif mengajak duduk ormas-ormas Islam untuk menetapkan kriteria, agar semua metode penentuan 1 Ramadan dan Syawal bisa seragam.

Ini harapan besar Menteri Agama Suryadharma Ali, agar di masa mendatang tidak ada lagi perbedaan di antara ormas Islam dalam menentukan 1 Syawal. Perbedaan pendapat antara ormas Islam dan pemerintah yang diwakili Kementerian Agama secara tak langsung menunjukkan otoritas pemerintah dalam mengatur kehidupan beragama di Indonesia diabaikan.

 “Dalam konteks bernegara, jelaslah ulil amri adalah pemerintah yang diwakili oleh Kementerian Agama,” ujar Ketua Komisi Fatwa MUI KH Maruf Amin. KH Maruf Amin berpendapat perbedaan itu wajar, namun segala keputusan yang berkaitan dengan masalah umat Islam, diserahkan kepada Kementerian Agama.

Legitimasi pemerintah ini penting. KH Maruf Amin mengingatkan, di zaman Rasulullah semua orang berhak melihat dan menentukan Ramadan dan Syawal, namun untuk mengumumkannya kepada umat, otoritas itu diberikan kepada Rasulullah SAW, “Karena beliau adalam ulil amri, seterusnya demikian di masa para sahabat dan seterusnya,” ujar KH Maruf Amin.

Untuk itulah Suryadharma Ali akan mengundang ormas-ormas Islam yang memiliki berbagai pandangan berbeda mengenai penentuan 1 Syawal, dalam sidang Isbat. Suryadharma Ali menekankan bahwa selain kementeriannya memegang otoritas mengatur kehidupan beragama, dalam hal penentuan Ramadan dan Syawal, lembaganya telah dilengkapi Badan Hisab Rukyat, yang bekerjasam dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).

Kerjasama dengan LAPAN ini penting, lantaran Kementerian Agama meyakini ilmu hisab dan rukyat sejalan dengan ilmu astronomi. Inilah yang akan ditampilkan dalam sidang Isbat mendatang, yang memadukan hisab dan rukyat dan astronomi sekaligus.

“Dalam menetapkan 1 Syawal, perlu ada jawaban secara keilmuannya. Demikian halnya kelompok yang sering berbeda dalam menetapkan awal bulan,” ujar Suryadharma Ali. Bahkan Kementerian Agama juga mempersilakan para duta besar menceritakan pengalaman mereka menentukan Ramadan dan Syawal di negara mereka. 
 
Selain itu, Menteri Agama juga akan mengundang kelompok masyarakat yang memiliki hitungan hilal yang berbeda untuk hadir di sidang isbat. “Kita akan menampilkan kelompok masyarakat yang menentukan tinggi hilal itu berbeda kriterianya. Ada yang enam, empat, dua, dan di bawah satu derajat. Kita mau tahu alasan ilmiahnya, bagaimana menetapkan kriteria. syukur-syukur ke depan kita bisa menjadi satu kriteria saja,” tambah Suryadharma.
 
Suryadharma Ali juga meminta agar umat Islam di Indonesia dapat mengacu kepada pemerintah dalam menentukan 1 Syawal mendatang. “Kita harap umat Islam bisa memberikan mandat penuh kepada pemerintah sebagai ulil amri. Manakala ada perbedaan lalu, pemerintah menetapkan awal bulan melalui sidang isbat, maka perbedaan itu dihentikan mengikuti ketetapan pemerintah,” tegasnya.
 
Kemenag belum bisa memastikan jatuhnya 1 Syawal 1434 Hijriah. Seperti saat penetapan 1 Ramadan 1434 Hijriah lalu, pemerintah perlu mengadakan sidang isbat yang rencananya,sidang isbat 1 Syawal pada Rabu 07 Agustus 2013.  

Kepala Departemen Pendidikan Agama dan Dakwah DPP LDII Drs KH Aceng Karimullah sependapat dengan Menteri Agama Suryadharma Ali. Ilmu astronomi sangat membantu dalam menentukan penampakan hilal, dengan kata lain astronomi dapat membantu menentukan hisab dan rukyat, “Penggunaan astronomi menghasilkan hisab dan rukyat yang lebih berkualitas,” papar KH Aceng Karimullah.

Dengan demikian penetapan kriteria melalui konsensus dari ormas menjadi lebih mudah. Aceng Karimullah menekankan pentingnya kekompakan umat Islam dalam penentuan 1 Syawal, “Ormas Islam di Indonesia itu tunduk pada peraturan pemerintah, perbedaan itu keniscayaan, namun sesuatu yang sudah diterima banyak orang dan telah disepakati pemerintah sebagai ulil amri, sebaiknya dilaksanakan. Itulah wujud kekompakan dan badan yang satu. Agar umat islam di Indonesia dapat lebih mudah mewujudkan kesejahteraan bersama,” tutup KH Aceng Karimullah. (aan/lc)

Sumber : http://www.ldii.or.id

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar